Pengumuman
03 Aug 2026
Admin Desa
Kelompok KKN 59 Universitas Tidar Melakukan Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan Kepada Ibu Hamil Sebagai Langkah Awal Pencegahan Stunting
MAGELANG-- Kegiatan rutin kelas ibu hamil yang diselenggarakan Bidan Desa Kleteran, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang bersama petugas kesehatan Puskesmas Grabag I kali ini berlangsung berbeda. Selain pemaparan materi dari tenaga kesehatan, hadir pula mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 59 Universitas Tidar periode Juli--Agustus yang memberikan sosialisasi mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah nyata pencegahan stunting di Desa Kleteran. Kegiatan yang berlangsung di Rumah Bidan Desa Kleteran pada Senin, 20 Juli 2026 ini diikuti puluhan ibu hamil dengan antusias. Suasana kelas tampak lebih hidup karena adanya metode interaktif yang dibawakan oleh mahasiswa.
Sosialisasi ini menekankan pentingnya periode 1000 HPK, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, sebagai fase emas penentu kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak. Risiko stunting dapat ditekan secara signifikan dengan pemenuhan gizi yang tepat serta pola asuh yang baik. Mahasiswa KKN menyampaikan materi secara interaktif, mencakup pemenuhan gizi ibu hamil, konsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan rutin, serta persiapan pemberian ASI seperti Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, dan pola asuh sehat. Seluruh topik tersebut disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar ibu hamil dapat langsung menangkap inti pesan kesehatan.
Pemateri Kelompok KKN 59, Kiki Aprilia dan Habibi Khoirul Huda, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pemerintah. "Kami berharap ibu hamil dapat menerapkan informasi yang kami sampaikan. Pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan, dengan memenuhi kebutuhan gizi, rutin minum tablet tambah darah, memeriksakan kehamilan, dan menjaga kesehatan ibu. Langkah sederhana ini dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ujar mereka. Pernyataan tersebut mendapat sambutan yang baik dari peserta yang terlihat aktif bertanya dan berbagi pengalaman selama sesi diskusi.
Selain itu, petugas Puskesmas Grabag I juga menyampaikan materi tambahan mengenai keluarga berencana, perawatan bayi, serta panduan pencatatan skrining kesehatan balita. Diskusi berlangsung hangat, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap isu pencegahan stunting. Bidan Desa Kleteran menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberi warna baru dalam kegiatan rutin ibu hamil sekaligus memperkuat pesan kesehatan yang selama ini disampaikan tenaga medis. "Kerja sama seperti ini sangat membantu, karena menunjukkan peran nyata mahasiswa dalam pencegahan stunting di desa," ungkapnya.
Mahasiswa KKN juga membagikan leaflet sebagai catatan edukasi tambahan bagi peserta. Dengan demikian, ibu hamil memiliki pengingat praktis mengenai pentingnya 1000 HPK selain buku KIA yang sudah diberikan pemerintah. Mahasiswa KKN membagikan leaflet edukasi 1000 HPK, disambut antusias oleh ibu hamil yang hadir. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKN tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga aktif mendukung program kesehatan. Kolaborasi antara tenaga kesehatan desa dan mahasiswa KKN diharapkan semakin memperkuat gerakan "Cegah Stunting dari 1000 HPK" serta mewujudkan generasi sehat dan cerdas di Desa Kleteran.
Sosialisasi ini menekankan pentingnya periode 1000 HPK, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, sebagai fase emas penentu kualitas kesehatan, kecerdasan, dan masa depan anak. Risiko stunting dapat ditekan secara signifikan dengan pemenuhan gizi yang tepat serta pola asuh yang baik. Mahasiswa KKN menyampaikan materi secara interaktif, mencakup pemenuhan gizi ibu hamil, konsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan rutin, serta persiapan pemberian ASI seperti Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, dan pola asuh sehat. Seluruh topik tersebut disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar ibu hamil dapat langsung menangkap inti pesan kesehatan.
Pemateri Kelompok KKN 59, Kiki Aprilia dan Habibi Khoirul Huda, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pemerintah. "Kami berharap ibu hamil dapat menerapkan informasi yang kami sampaikan. Pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan, dengan memenuhi kebutuhan gizi, rutin minum tablet tambah darah, memeriksakan kehamilan, dan menjaga kesehatan ibu. Langkah sederhana ini dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ujar mereka. Pernyataan tersebut mendapat sambutan yang baik dari peserta yang terlihat aktif bertanya dan berbagi pengalaman selama sesi diskusi.
Selain itu, petugas Puskesmas Grabag I juga menyampaikan materi tambahan mengenai keluarga berencana, perawatan bayi, serta panduan pencatatan skrining kesehatan balita. Diskusi berlangsung hangat, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap isu pencegahan stunting. Bidan Desa Kleteran menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberi warna baru dalam kegiatan rutin ibu hamil sekaligus memperkuat pesan kesehatan yang selama ini disampaikan tenaga medis. "Kerja sama seperti ini sangat membantu, karena menunjukkan peran nyata mahasiswa dalam pencegahan stunting di desa," ungkapnya.
Mahasiswa KKN juga membagikan leaflet sebagai catatan edukasi tambahan bagi peserta. Dengan demikian, ibu hamil memiliki pengingat praktis mengenai pentingnya 1000 HPK selain buku KIA yang sudah diberikan pemerintah. Mahasiswa KKN membagikan leaflet edukasi 1000 HPK, disambut antusias oleh ibu hamil yang hadir. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa KKN tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga aktif mendukung program kesehatan. Kolaborasi antara tenaga kesehatan desa dan mahasiswa KKN diharapkan semakin memperkuat gerakan "Cegah Stunting dari 1000 HPK" serta mewujudkan generasi sehat dan cerdas di Desa Kleteran.